Hello world!

•Juni 12, 2008 • 3 Komentar

[senyum-euyy3Sampurasun..........]

Assalamu’alaikum, Salam Sejahtera, Hallo………

Istana? Erat dengan kemewahan, ratu, putri dan permaisuri. Disana kesenangan dan kemewahan melimpah. Ada senda gurau, ada candan tawa, dan ada tangis dalam duka. Semua menyatu bak ruh dalam jiwa, ibarat Sang Pujangga dengan puisi cintanya; menyatu, melebur, dan bereuforia dalam segmen alur cerita. Indah dan mengharukan.

Kata? Barisan huruf dengan makna, identik dengan arti yang ditulis oleh Si Mpunya huruf; misterius tapi manis bagi ia yang memberi arti itu. Deretan huruf tadi membentuk kata yang diamini oleh Si Pembaca dengan makna yang tertera.

Istanakata? Adalah salah satu alur dalam cerita tadi dengan segmen “nyentrik” yang memberi ruang untuk berbagi suka, duka, gurauan, dan tangis dalam duka. Ini adalah bagian rongga dalam dimensi anak manusia yang selalu bermain dengan kata-kata. Sebab, dengan gurauan-lah, orang mampu tertawa. Dengan suka cita, orang mampu bahagia. Dengan kesedihan, orang mampu menangis. Inilah kiranya rumah itu, ruang itu, rongga itu, yang memberi peluang siapapun untuk menyusun kata per kata, “menari-nari”, lincah, untuk mengungkapkan gagasan dalam benaknya. Berusaha membaca realita dengan identitas kemanusiaannya.

Untuk para pembaca sekalian, Istanakata adalah bagian dari pergumulan indah antara kata-kata dalam alur yang berbeda. Satu segmen, barangkali ia bercerita dalam suka, satu waktu mungkin saja ia lincah mengkritisi, dan dalam fase tertentu, bisa saja ia ‘terlempar’ dari hingar bingar dunia, dalam kesunyian untuk menuju Sang Abadi. Istanakata selalu memberi ruang untuk itu.

Untuk itulah Istanakata hadir sebagai potret pergumulan indah antara Si Pemilik kata-kata dengan teman-teman seperjuangan dimana pun. Teman-teman yang selalu rindu dengan Al Ghozali baru, Ibnu Taimiyah baru, dan tentu saja Muhammad Hatta atau Emha-Emha yang baru, yang selalu memberi ruang untuk merangkai kata hingga dunia menulis adalah jalan yang dipilih mereka. Dunia yang bagi sebagian orang tak menggiurkan, namun dunia inilah yang melahirkan para perenung yang hanya mampu tersenyum tatkala apapun tertuang dalam sebuah tulisan.

Untuk teman-teman seperjuangan, inilah Istana itu; ada keceriaan, ada senda gurau, ada kesedihan, ada persudaraan, semua bisa menyatu dan berbagi tanpa sekat perbedaan. Yang ada hanya kehangatan dalam balutan kebersamaan untuk menemukan hidup yang lebih baik; hari ini lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini, selalu begitu, seterusnya, selamanya. Semoga.

Salam Hangat

BannerFans.com

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.